LPK dan Pembangunan Daerah

H. Babay Suhendri dalam Acara HUT LKP Kreatindo

Selama ini banyak pihak memandang pendidikan telah cukup terpenuhi melalui pendidikan formal. bahkan sebagian orang kerapkali membanggakan pendidikan formal seolah olah telah berhasil.

Mungkin juga pemerintah puas dengan kurikulum pendidikan saat ini. sistem link and match pada pendidikan kejuruan dianggap telah selesai dan dianggap sebagai sistem paling jitu untuk penyerapan lulusan kepada dunia kerja dunia industri.

Ironisnya kepala daerah  dan birokrat mengetahui kualitas pendidikan hanya dari angka statistik. problematika pengangguran, lemahnya daya saing dan kompetensi akhirnya menjadi persoalan yang tiada akhir.

Kehadiran lembaga pelatihan dan kursus (LPK) selama ini dinggap sebagai lembaga komersial, layaknya usaha jasa dan perdagangan. sehingga Kondisi bangunan, instruktur, tata kelola, standarisasi luput dari perhatian. oleh karenanya pemerintah daerah sangat minim program bantuan dan pembinaan terhadap LPK. Akibatnya banyak lembaga yang kondisinya "hidup segan mati tak mau". Ya, dalam kondisi kritis.

Alih-alih ingin mengembangkan dan memajukan lembaga kursus, pemerintah mendirikan BLK yang didanai APBD. lagi, LPK harus bersaing keras dan seperti bertempur tanpa senjata.
Pemerintah seharusnya tidak membunuh peluang, berikan kesempatan untuk LPK tumbuh. Membuatuat program membangun model atau LPK percontohan. Jika sudah berhasil barulah lakukan duplikasi di beberapa wilayah. Tentu yang dikembangkan adalah lembaga yang sudah ada bukan membangun lembaga baru lantas yang lama dibiarkan mati. inilah yang dinamakan pemberdayaan. menciptakan orang atau lembaga berdaya, mampu dan kuat.

Dalam praktiknya LPK diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dari aktifitasnya Lembaga Kursus tak terhindar dari peran sosial dan telah menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui pengembangan Sumber Daya Manusia. tabik.

oleh : H. Babay Suhendri
Direktur LPK Kreatindo Tirtayasa
Previous
Next Post »
Thanks for your comment
-->