Brigjend. KH. Syam'un Membina Bangsa Dengan Karya

Al-Khairiyah, KH. SYam'un, dan Koperasi Bumi Putera
KH. Syam'un dan Pejuang Lainnya Mendirikan Koperasi Berbasis Ekonomi Kerakyatan 

Bagi K.H. Syam’un, pesantren memberikan lingkungan yang baik bagi pematangan pemikiran. Pada awalnya, santrinya hanya berjumlah 25 orang. Bagi K.H. Syam’un, santri merupakan mitra . maka ia pun banyak berdiskusi tentang kondisi politik Banten untuk membantu menpertajam wawasan K.H Syam’un tentang kemajuan Banten dan gagasan melepaskannya dari Hindia Belanda. Pada periode ini dapat dipahami jika Syam’un muda telah ikut memikirkan bangsanya yang sedang terjajah untuk segera memperoleh kedaulatan.

Baca juga: 25 Santri Pertama Brigjend. KH. Syam'un

Berangkat dari renungan K.H. Syam’un tersebut kemudian ia berdakwah melalui tulisan. Ia pun menulis beberapa kitab dengan tujuan untuk menggali dan menjelaskan beberapa hal tentang ilmu keislaman, seperti aqidah yang menurutnya akan berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat Banten. Beberapa kitab itu, yakni: (1) Kitab Al-Djami’ah Fi Aqidil Muslimin wal Muslimat (kitab Aqidah untuk muslim dan muslimat) ditulis dengan huruf Arab berbahasa jawa; (2) Kitab Aqidatoel Al-Faal (kitab Aqidah untuk anak-anak) ditulis dalam bahasa Arab; dan (3) Kitab Mujmalussiratti Muhammadiyyah (kitab sejarah lahirnya Muhammadiyyah) ditulis dalam bahasa Arab.

Ketiga kitab yang ditulis K.H. Syam’un tersebut bertujuan untuk membina akhlak masyarakat Baten khususnya. Kitab itu sebagai dasar untuk membangun manusia berkualitas baik, terutama akhlak. Karena manusia yang baik itu apabila akhlak kepribadiannya baik. Kitab ini pun diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memantik kesadaran para santri dan masyarakat Banten umumnya dalam konteks kehidupan berbangsa

Baca juga: Mata Uang Banten Pada Tahun 1947

Previous
Next Post »
Thanks for your comment
-->